Bab 43 At dasar apa mereka berani menunjuk-nunjuk Gu Chen?
Wajah semua orang tampak sangat pucat, terdiam untuk waktu yang sangat, sangat lama!
"Apa? Ini tidak mungkin benar! Bukankah Gu Chen masih berjualan di pinggir jalan... teh susu itu?"
"Benar, bagaimana bisa cepat menjadi kaya hanya dengan mengandalkan teh susu?! Bahkan bisa berinvestasi pada ayah Wang Zhibing?!"
"Jangan konyol, Wang Zhibing, apa kau sedang bercanda???"
"..."
Jangankan mereka, bahkan Chen Yihuan tidak dapat menahan diri untuk tidak runtuh. "Siapa yang tahu dari mana asalnya uang itu... Pasti diberi oleh keluarganya, kan?"
"Jadi, di balik seorang pria sukses pasti ada wanita yang hebat," keluh Ning Qiyou pelan. "Pacar Gu Chen itu berdandan menor begitu, mana mungkin punya ambisi karier?"
"Menjual teh susu, berbisnis hotpot, hal semacam itu terlalu murahan... Gu Chen pasti dihasut olehnya. Jika aku yang bersaudia dengannya, aku pasti... lupakanlah, tidak usah dibahas."
Hati Chen Yihuan semakin terasa sakit.
Duh...
"Memang benar Youyou lebih cocok dengan Gu Chen, hanya saja yang namanya melewatkan ya sudah lewat. Gu Chen cepat atau lambat akan menyesal, tapi Youyou kita layak mendapatkan yang lebih baik!"
Begitu ucapan ini terlontar, para teman sekelas pun jatuh dalam lamunan.
Tunggu dulu, bukankah sepertinya hanya Gu Chen saja yang akan mendapatkan yang lebih baik? Latar belakang orang itu sudah jelas terpampang di sana.
Wang Zhibing terhanyut dalam pikirannya. "Kalian berdua benar-benar jangan terlalu banyak berdrama. Apa kalian tidak takut pelayan akan mengusir kalian keluar?"
"Lagi pula, apa kalian tidak tahu? Gu Chen bukan hanya berjualan di depan gerbang Universitas Ye, dengan Universitas Ye sebagai pusatnya, dia telah menduplikasi lebih dari dua puluh stan, semuanya menjual teh susu, dan semuanya laku keras."
"Keuntungan bersihnya sekarang hampir mendekati seratus ribu sehari, dan dia bahkan menginvestasikan tepat lima juta kepada ayahku! Bahkan aku sekarang harus memanggilnya abang!"
Semua orang terdiam dalam keheningan yang seperti kematian.
Apa-apaan ini???
Bukan cuma satu toko?
Lagipula keuntungan bersih sehari hampir mendekati seratus ribu?!
"Ya ampun? Gu Chen membuka dua puluhan stan teh susu sialan seperti itu??"
"Ini tidak mungkin! Gila, benar-benar gila!!"
"Wah, benar-benar gila! Lima juta? Lima juta?!"
"..."
Informasi ini tidak ada bedanya dengan menghancurkan nilai-nilai yang dianut oleh para teman sekelas ini.
Bahkan Ning Qiyou pun kebingungan. "Apa... dia... dia!!"
Chen Yihuan mencebikkan bibirnya. "Bukankah hanya karena terlahir dari keluarga baik-baik? Kalau aku punya latar belakang seperti itu, aku juga bisa—"
Wang Zhibing benar-benar tidak sanggup mendengarkan lagi dan membombardirnya, "Sudahlah, dengan otakmu itu, paling-paling hanya ingat berapa harga tas merek tertentu, atau berapa banyak sosialita gadungan yang bisa patungan menyewa tempat hits di media sosial. Kau pikir aku tidak tahu dari mana foto-foto di status media sosialmu itu berasal?"
"Lagipula, Gu Chen bisa mengubah ratusan yuan di awal menjadi ratusan ribu bahkan jutaan kemudian, apa kau bisa?"
"Orang sehebat ini, setelah mendapat dukungan dari keluarga, tentu akan menjadi semakin hebat!"
Apa yang ia katakan ini sama sekali tidak ngawur.
Terakhir kali Gu Chen minum-minum bersama ayahnya, keduanya sama-sama mabuk dan mengobrol mulai dari urusan rumah tangga hingga sejarah merintis usaha, dan pada akhirnya ayahnya malah memanggil Gu Chen sebagai saudara baik...
Eh, Wang Zhibing tiba-tiba merasa sekarang bukan waktunya untuk pusing memikirkan apakah ia harus memanggil Gu Chen abang atau paman.
Pokoknya, apa hak kedua bajingan ini untuk mengomentari Gu Chen sembarangan???
Chen Yihuan sangat marah hingga menjadi murka karena malu. "Kau! Kau!!"
Ning Qiyou juga ikut marah. "Keparat, atas dasar apa kau berbicara seperti itu kepada kami? Kau tahu betapa sulitnya mengatur pose untuk foto-foto di media sosial itu! Kami bisa menggunakan foto-foto itu untuk berkenalan dengan kalangan yang lebih atas, ini adalah cara menimbun relasi demi kehidupan setelah lulus nanti!"
"Hei, sebaiknya kalian berdua tutup mulut saja." Pelayan di dekatnya mendengarkan hingga kepalanya nyaris berasap. "Tuan Gu Chen tadi baru saja menghabiskan lima puluh ribu untuk memborong seluruh tagihan malam ini."
"Uang yang dibelanjakan orang itu untuk bersenang-senang saja sudah merupakan jumlah yang tidak bisa kalian berdua hasilkan selama beberapa tahun. Tadi masih punya muka berfantasi ingin naik ke ranjangnya? Sungguh wanita pecundang."
"Oh ya, kalian berdua sama-sama membeli barang tiruan, kenapa tidak mengeluarkan sedikit uang lagi untuk membeli yang kualitasnya lebih bagus? Sekilas saja sudah kelihatan palsunya, ck ck."
Begitu kata-kata ini terlontar, wajah Ning Qiyou dan Chen Yihuan langsung memerah padam!!
Namun, lama sekali mereka tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun untuk membalas, sebelum akhirnya diseret keluar bar oleh petugas keamanan yang dipanggil oleh pelayan.
Ya...
Begitu saja dilempar keluar!!
Keduanya duduk dengan mengenaskan di depan pintu bar, merasakan bokong mereka sakit akibat terbentur.
"Aduh, sakit sekali..." Butuh waktu cukup lama bagi Chen Yihuan untuk bangkit berdiri, dipenuhi dengan amarah. "Kenapa Gu Chen sama sekali tidak punya perasaan mengenang masa lalu?"
Ia tadinya merasa bahwa Gu Chen masih menyukai Ning Qiyou, makanya ia begitu berani tadi.
Hasilnya, ia justru mendapat tamparan keras di wajah.
Bukan hanya dirinya yang dilempar keluar, bahkan Ning Qiyou juga ikut dilempar keluar...
"Sakit sekali..." Ning Qiyou meneteskan air mata karena merasa dirugikan.
Tepat pada saat itu, sebuah mobil Maserati MC20 yang sangat keren berhenti di depan pintu bar, lalu pintu mobil terbuka, dan Gu Chen yang mengenakan setelan formal turun dari mobil.
Ia mengenakan setelan jas berdasi, dengan perawakan yang tegap.
Cahaya lampu menyinari wajahnya yang sangat tampan bagaikan dewa, matanya yang dalam memancarkan kekuatan yang mampu merenggut jiwa, membuat siapa pun tak kuasa untuk tidak terhanyut di dalamnya.
Melihat orang ini, Ning Qiyou seketika sadar sepenuhnya.
Ia menatap Gu Chen dengan penuh rasa iba, air mata merembes keluar dari sudut matanya, dan menggunakan suara paling centil yang ia miliki untuk meminta pertolongan, "Gu Chen... Aku merasa sangat sakit, apa kau bisa membantuku?"
Gu Chen mendongak melirik sekilas ke arah Ning Qiyou, tanpa sadar mundur dua langkah, lalu berjalan ke sisi pintu pengemudi. "Wen Shu, aku lupa memberitahumu, meskipun tempat seperti bar ini membebaskan orang berteriak sepuasnya untuk melepaskan penat, tapi... tempat ini juga punya terlalu banyak sampah."
Pintu mobil terbuka.
Seasang kaki jenjang yang lurus dan langsing melangkah keluar, disusul oleh sesosok bayangan yang dingin dan anggun.
Saat ini sudah memasuki awal musim gugur, Wen Shu mengenakan setelan wanita bergaya intelektual, mantel berwarna cokelat muda memancarkan sedikit kelembutan pada dirinya, dan selendang khaki lansiran jenama mewah bisa dibilang sebagai sentuhan akhir yang sempurna.
Begitu ia muncul, semua wanita cantik biasa di depan pintu bar langsung tampak seperti gadis-gadis murahan.
Wen Shu mendongak menatap Gu Chen. "Tempat ini agak bising."
"Baiklah, kalau begitu kita pergi ke bar akustik saja, mendengarkan musik sambil minum, seharusnya itu juga bisa meredakan suasana hati, bukan?" Nada bicara Gu Chen pada Wen Shu menjadi semakin lembut, ia tiba-tiba merasa dirinya benar-benar seorang yang bodoh dalam hal percintaan.
Mana ada orang yang melihat Wen Shu sedang bad mood lalu membawanya pergi bermain ke bar? Wen Shu kan bukan anak laki-laki.
"Aku menurutimu." Wen Shu mengangguk.
Melihat keduanya hendak pergi mengendarai mobil, Ning Qiyou pada saat itu baru menyadari bahwa dirinya bahkan tidak memiliki keberanian untuk memanggil nama Gu Chen.
Ia meneteskan air mata kesedihan, tiba-tiba merasa bahwa jarak di antara mereka berdua benar-benar sudah semakin jauh...
"Tidak..."
Tepat pada saat itu, Qin Long berjalan menghampiri Ning Qiyou dan membantunya berdiri. "Youyou..."
Ning Qiyou seketika merasa amat tersentuh. "Qin Long, aku sudah tahu, ternyata kaulah yang paling baik padaku, huhu..."
Namun, kata-kata yang diucapkan Qin Long setelah itu justru membuatnya tertegun bodoh.
"Keluargaku bangkrut..." kata Qin Long dengan wajah muram bagaikan orang kehilangan induk. "Entah apa alasannya! Jelas-jelas tadinya masih baik-baik saja, tapi sejak hari itu usai mentraktirmu makan hotpot, semuanya langsung berubah."
"Bisa pinjami aku uang?" Qin Long mencengkeram tangan Ning Qiyou dengan putus asa. "Aku sebelumnya terus-menerus mengirimimu angpao totalnya lebih dari seratus ribu, kembalikan padaku ya! Waktu makan hotpot kemarin kartu kreditku sampai jebol!"
"Aku mohon, berikan padaku! Berikan padaku!!"