Bab 40: Pemeran Utama Wanita yang Berhasil Menduduki Takhta
Namun, Gu Qingyan tidak menunjukkan keterkejutan atau penolakan seperti yang ia duga. Pria itu hanya menyunggingkan senyum tipis dan menoleh dengan tatapan serius.
"Jangan khawatir, setelah kita mencatatkan pernikahan, kau adalah istriku. Di kehidupan ini, kehidupan selanjutnya, dan seterusnya, aku akan selalu mendampingimu."
Apa yang dikatakan Gu Qingyan adalah kebenaran. Sistem telah mengikat mereka berdua; tugas kali ini, tugas berikutnya, dan tugas setelahnya. Sebelum Tang Xiaomi kembali ke dunia sistem, ia akan selalu menemaninya melewati semuanya.
"Gu Qingyan, jika suatu saat nanti kau merasa aku tidak sebaik yang kau bayangkan, kita bisa bercerai kapan saja. Aku hanya akan membawa..."
Tang Xiaomi takut Gu Qingyan akan menyesal nantinya, jadi ia buru-buru menawarkan pilihan bagi pria itu. Namun, sebelum kata-katanya usai, bibir hangat telah membungkam ucapannya. Setelah ciuman itu berakhir, wajah keduanya memerah padam. Suasana di dalam mobil mendadak hening hingga suara napas pun terdengar jelas.
"Xiaomi, aku tahu apa yang kau khawatirkan. Aku juga berasal dari dunia sistem."
"Hah?"
Kata-kata Gu Qingyan membuat mulut Tang Xiaomi ternganga karena terkejut. Apa katanya? Dia juga dari dunia sistem? Bertemu teman senasib di tanah rantau?
"Aku tahu keraguanmu. Sekarang, kau tidak perlu lagi mencemaskan hal-hal itu. Begitu tugas selesai, aku pun akan meninggalkan dunia ini. Aku sama sepertimu."
Gu Qingyan tidak mengungkapkan identitas aslinya, ia hanya ingin menggunakan kata-kata sederhana agar Xiaomi bisa bersamanya tanpa beban. Hati Tang Xiaomi yang semula gelisah kini tiba-tiba merasa lega. Ternyata pria itu juga orang dari dunia sistem yang dikirim ke dalam buku ini. Jika mereka berdua sama-sama menjalankan tugas, maka ia tidak perlu lagi khawatir akan nasib pria itu setelah dirinya menghilang.
"Lalu, apakah ucapanmu yang menyukaiku juga hanya karena tuntutan alur cerita?"
Tang Xiaomi tiba-tiba takut mendengar bahwa semuanya hanyalah tugas skenario.
"Menyukaimu itu nyata, pengakuanku juga nyata. Bertemu denganmu adalah hal yang paling kusyukuri."
Bayangan saat pertama kali bertemu Gu Qingyan muncul di benaknya; saat mereka membuat permohonan bersama, makan burger, dan betapa seringnya pria itu membantunya tanpa syarat, melindunginya, bahkan terluka demi dirinya. Setelah berhasil menerima kenyataan bahwa pria itu juga berasal dari dunia sistem, Tang Xiaomi mendekat.
"Apa tugasmu?"
"Lihatlah aku yang tampan dan kaya ini, tentu saja aku adalah antagonis. Selama tokoh utama menindas orang, aku bisa langsung membuat mereka bangkrut. Bagaimana denganmu?"
"Aku adalah pemeran pendukung wanita. Aku harus menjodohkan pemeran utama pria dan wanita hingga mencapai poin seratus. Bisakah kau tidak bertindak dulu? Kalau tidak, tugasku tidak akan selesai. Bos sistem penjelajah buku milikku itu sangat menyebalkan. Jika gagal, dia akan memotong gajiku dan membuatku kelaparan. Bagaimana kalau aku mentraktirmu makan setelah tugasku selesai?"
"Baiklah, aku akan menagihnya nanti. Setelah kau menyelesaikan tugasmu, baru aku akan menyelesaikan tugasku."
Gu Qingyan mengangkat alis ke arah Tang Xiaomi. Melihat wanita itu tertawa ceria lagi membuatnya merasa sangat bahagia. Ia berbohong, tetapi tidak menyesalinya. Setidaknya dengan cara ini, ia punya alasan kuat untuk memberi pelajaran kepada mereka yang pernah menindas Xiaomi.
Kini, tanpa beban lagi, Tang Xiaomi dengan gembira mengikutinya ke kantor catatan sipil. Proses pencatatan berlangsung cepat. Setelah administrasi selesai, mereka mengucapkan sumpah di ruangan yang dipenuhi bunga.
"Kami dengan sukarela menjadi suami istri. Mulai hari ini, kami akan memikul tanggung jawab dan kewajiban yang diberikan oleh pernikahan... Kami akan saling menghargai, setia selamanya, berbagi kehangatan keluarga, melewati badai kehidupan bersama, dan kami akan memegang teguh sumpah hari ini!"
"Xiaomi, terima kasih karena kau bersedia menyukaiku."
Satu ciuman lembut lagi mendarat. Gu Qingyan menatap Tang Xiaomi seolah mereka telah saling mengenal sangat lama.
"Kau sekarang sudah menjadi istriku, Nyonya Gu."
Tiba-tiba dipanggil Nyonya Gu membuat wajah Tang Xiaomi merona lagi. Usia aslinya sudah 26 tahun, namun di kehidupan nyata, ini adalah pertama kalinya ia merasakan jatuh cinta.
"Tuan Gu, cepat siapkan kamarku. Aku akan segera pindah ke kediaman Gu."
"Siap, Nyonya Gu!"
Gu Qingyan memberikan hormat dengan jenaka, ekspresi konyolnya membuat Tang Xiaomi tertawa lepas. Sekarang setelah memiliki surat nikah, ia segera menemui pengacara sebelumnya dan menyerahkan dokumen yang diperlukan.
"Nona Tang, dokumen yang Anda berikan sudah cukup. Seluruh proses akan memakan waktu sekitar satu minggu. Saya akan segera memberi tahu Anda jika ada kabar."
Tang Xiaomi mengangguk, lalu pergi setelah merapikan sisa dokumennya. Setelah menyelesaikan satu hal besar, kini waktunya kembali bekerja keras. Tang Xiaomi sudah menduga pemeran utama pria kedua akan berubah menjadi jahat, namun ia tidak menyangka itu terjadi begitu cepat. Selama ini, Lin Qingyu selalu mencari Shen Zhinian setiap kali ada kesempatan.
Sebelumnya, uang keluarga habis untuk biaya pengobatan di rumah sakit. Kini, meski telah kembali ke negara asal dan memiliki pekerjaan tetap, gajinya tidak seberapa, sehingga ia masih harus bekerja keras setiap hari. Lin Qingyu diam-diam mengikutinya, membantunya membagikan selebaran, dan bekerja paruh waktu. Setiap hari, ia menyiapkan kotak bekal yang dibuat dengan penuh kasih sayang dan mengantarkannya ke kantor pria itu, bahkan menemani saat Shen Zhinian harus lembur. Namun, sikap Shen Zhinian selalu dingin, dan pada akhirnya, pria itu malah menikmati ketulusan Lin Qingyu dengan santai.
Orang macam apa Shen Zhinian ini? Semula ia dikira sebagai sosok idola yang sempurna, tetapi setelah berinteraksi langsung, ternyata ia adalah pria brengsek yang tidak disadari oleh para pembaca. Tang Xiaomi merasa sahabatnya itu sangat tidak dihargai. Karena sudah berencana untuk pindah, Tang Xiaomi merasa perlu memberi tahu keluarga Leng dan sekalian membereskan barang-barangnya.
Saat melangkah ke ruang tamu, Qin Ruoyi sedang duduk di samping Ibu Leng dengan sabar mengupas apel. Keduanya tampak berbincang akrab seperti ibu dan anak. Saat melihat Tang Xiaomi masuk, Ibu Leng tampak tertegun dengan ekspresi canggung di wajahnya. Selama beberapa hari terakhir, ia sibuk memanfaatkan popularitas internet untuk mengembangkan sektor mode perusahaan, sehingga jarang pulang ke rumah.
Sebelumnya ia sering mengeluh kepada Tang Xiaomi tentang ketidaksukaannya pada Qin Ruoyi, namun kini ia justru terlihat sangat dekat dengannya. Ditambah lagi putranya sangat menyukai gadis itu, tanpa sadar ia telah mengakui Qin Ruoyi sebagai calon menantunya.
"Bibi, Anda di rumah. Ada Qin Ruoyi juga. Silakan dilanjutkan bincang-bincangnya, saya ke kamar dulu."
Tang Xiaomi menyapa dengan senyum. Ia sendiri tidak merasa keberatan, namun orang lain justru tampak terganggu.
"Xiaomi, apakah kau baik-baik saja hari itu? Bibi sangat sibuk sampai tidak sempat memperhatikanmu."
"Saya baik-baik saja, Bibi tidak perlu khawatir."
Semb