Bab Empat Puluh Dua Setidaknya Dia Memahami Ilmu Kedokteran
Gu Yuemian mengangkat alisnya sedikit. Koktail di tangannya memancarkan warna yang menggoda di bawah cahaya lampu, namun intuisi medisnya mengatakan bahwa minuman ini mungkin bukan hanya campuran alkohol dan buah.
Ia mengendus minuman itu dengan sedikit keraguan. Bau asing yang samar berpadu dengan aroma buah, hampir tidak terdeteksi, tetapi bagi seseorang yang mempelajari ilmu kedokteran, perbedaan tipis ini sudah cukup untuk memicu kewaspadaan.
Liu Ling menyadari gerakan Gu Yuemian. Senyumannya dibubuhi sedikit ketegangan, tetapi dengan cepat ia kembali tenang.
Ia menggeser tubuhnya dengan lembut, seolah-olah mendekati Gu Yuemian tanpa sengaja, dengan senyuman tanpa dosa tersungging di sudut bibirnya.
"Nona Gu, gelas ini kubuat khusus untukmu. Aku menambahkan sedikit jus campuran buah buatanku sendiri, kuharap kau menyukainya," ucap Liu Ling lembut, suaranya diwarnai sedikit antusiasme.
Gu Yuemian mengangguk pelan, tatapannya tetap waspada.
Ia tersimpulkan, matanya mengamati setiap ekspresi kecil Liu Ling tanpa mencolok.
"Nona Liu sungguh penuh perhatian. Ini pertama kalinya aku mencoba koktail yang begitu unik."
Ucapannya bernada sopan, tetapi Gu Yuemian tidak langsung meminumnya.
Senyum di mata Liu Ling semakin pekat. Tanpa sadar ia menjilat bibirnya, seolah sedang menunggu momen ketika Gu Yuemian mencicipi koktail tersebut.
"Nona Liu, minuman ini benar-benar istimewa," kata Gu Yuemian sambil tersenyum, nada bicaranya mengandung sedikit selidik, "Tidakkah kau merasa aromanya lebih unik daripada koktail biasa?"
Liu Ling sedikit tertegun, lalu tersenyum, "Begitukah? Nona Gu adalah mahasiswi kedokteran, apakah kau juga mempelajari hal-hal seperti ini?"
"Tentu saja ada dasarnya."
Gu Yuemian menjawab dengan santai. Jari-jarinya mengetuk ringan di dinding gelas tanpa sadar, seolah sedang memikirkan sesuatu.
Di sela-sela percakapan mereka, Gu Yuemian dengan cekatan mendorong gelasnya sendiri ke arah Liu Ling, sementara tangannya meraih gelas di tangan Liu Ling.
Gerakan ini cepat dan alami, seolah-olah itu hanyalah sebuah kesalahan kecil yang tak disengaja.
"Aduh, maafkan aku, tanganku agak licin," kata Gu Yuemian dengan senyum penuh penyesalan, lalu dengan anggun mengambil gelas yang baru.
Liu Ling sedikit terkejut, namun ia segera menyesuaikan ekspresinya dan tersenyum, "Tidak apa-apa, Nona Gu. Silakan dicoba."
Seiring Liu Ling kembali mengangkat gelas tersebut, hati Gu Yuemian mengamati reaksinya dengan tegang.
Ia tahu jika penilaiannya benar, maka Liu Ling pasti akan mengambil tindakan setelah menyadari fakta bahwa gelas mereka telah tertukar.
Tentu saja, jari-jari Liu Ling menegang sejenak, tetapi ia tetap mempertahankan senyumannya, "Nona Gu, suasana pesta malam ini benar-benar luar biasa. Perusahaan Keluarga Yan dan perusahaan ayahku telah bekerja sama selama bertahun-tahun, ke depannya kita mungkin akan memiliki lebih banyak persinggungan."
"Aku juga berharap begitu, Nona Liu," balas Gu Yuemian, di balik tatapannya terssembunyikan ketajaman yang sulit dideteksi, "Acara sosial selalu penuh dengan berbagai kemungkinan, bukan?"
Secercah kilat tajam melintas di mata Gu Yuemian saat ia memerhatikan jemari Liu Ling yang sedikit bergetar.
"Kalau begitu, mari bersulang," Gu Yuemian mengangkat gelasnya dengan senyum di wajah.
Liu Ling menanggapinya dengan senyum yang dipaksakan, dan mereka berdua mendentingkan gelas dengan pelan. Tatapan Gu Yuemian setajam elang, mengawasi setiap gerak-gerik Liu Ling.
Liu Ling menyesap sedikit minuman itu, dan ekspresinya seketika berubah tipis. Jelas ia tidak menyangka Gu Yuemian akan begitu sigap.
Gu Yuemian menurunkan gelasnya, tatapannya dalam, seolah mampu menembus isi hati Liu Ling.
"Nona Liu, koktail ini benar-benar istimewa, teknik peracikanmu sangat luar biasa."
Senyuman Liu Ling tampak sedikit kaku. Ia terpaksa mengakui bahwa rencananya telah mengalami kesalahan.
Matanya berkedip samar, berusaha menyembunyikan kekecewaan dan ketegangannya.
"Nona Gu terlalu memuji, aku masih perlu banyak belajar dan meneliti," ia berusaha mempertahankan kesopanannya, suaranya dibayangi sedikit kecanggungan.
Gu Mingzhu telah lama mengamati interaksi antara Liu Ling dan Gu Yuemian dari kejauhan. Meskipun suasana pesta begitu bising, perhatiannya terpusat sepenuhnya pada kedua wanita muda tersebut.
Ia melihat adegan pertukaran gelas itu, dan secercah keterkejutan melintas di matanya.
Namun, Gu Yuemian tampak tidak menunjukkan keanehan apa pun, yang membuat Gu Mingzhu merasa bingung.
Seiring berjalannya waktu, obat itu seharusnya sudah bereaksi, tetapi Gu Yuemian tetap tampak penuh energi, bahkan berbincang akrab dengan para tamu yang hadir.
Hati Gu Mingzhu dipenuhi oleh keraguan, dan ia mulai meragukan kemampuan Liu Ling serta keandalan rencana tersebut.
Ia mendekati Liu Ling secara diam-diam, suaranya rendah dan tegang, "Liu Ling, apa yang terjadi? Kenapa obatnya tidak mempan?"
Wajah Liu Ling tampak agak pucat, ia menjawab dengan suara berbisik, "Kak Mingzhu, aku juga tidak yakin. Semuanya berjalan sesuai rencana, tapi... tapi dia tampak sama sekali baik-baik saja."
Gu Mingzhu mengerutkan keningnya, mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk memastikan tidak ada yang memerhatikan percakapan mereka. Suaranya ditekan semakin rendah, "Kau yakin tidak salah melakukan sesuatu? Jika masalah ini terbongkar, kita berdua akan hancur."
Liu Ling menggigit bibirnya, tatapannya penuh kekhawatiran dan kebingungan. Ia tahu bahwa kesalahan kali ini bisa merusak hubungannya dengan Gu Mingzhu secara serius, apalagi posisinya di mata Gu Mingzhu.
"Aku bersumpah, aku bertindak sesuai rencana," ucap Liu Ling pelan dengan sorot mata memohon, "Tolong beri aku sedikit waktu, aku akan mencari tahu penyebabnya."
Gu Mingzhu menarik napas dalam-dalam, tatapannya tajam, "Sebaiknya kau cepat, atau tanggung sendiri akibatnya."
Di sisi lain, di dalam aula perjamuan, Gu Yuemian tetap mempertahankan keanggunan dan ketenangannya. Di lubuk hatinya, ia sudah menyadari ada sesuatu yang tidak beres, tetapi di permukaan ia sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Ia berjalan menuju sebuah sudut yang agak sepi, lalu memanggil sahabat sekaligus teman seangkatannya di sekolah kedokteran, Chen Jing.
"Chen Jing, aku mengalami sedikit masalah malam ini," ucap Gu Yuemian dengan suara rendah, memastikan tidak ada orang di sekitarnya yang mendengar.
Suara Chen Jing terdengar melalui sambungan telepon, "Ada apa, Yuemian? Suaramu terdengar agak aneh."
"Seseorang mencoba meracuni koktail ku, dan aku sudah menukar minuman itu dengan miliknya. Aku butuh bantuanmu untuk menganalisis jenis obat ini." Gu Yuemian menjelaskan situasinya secara singkat.
"Baiklah, kirimkan sampelnya kepadaku, aku akan memberimu jawabannya secepat mungkin."
Setelah menenggak gelas koktail yang telah ditukar tersebut, tubuh Liu Ling mulai merasakan kejanggalan. Meskipun ia berusaha keras menutupinya, lambat laun ia menyadari bahwa dirinya kesulitan mempertahankan ketenangan dan keanggunannya seperti biasa.
Lampu-lampu di dalam aula mulai terasa menyilaukan, dan suara-suara di sekitarnya pun semakin mengganggu.
Ia berusaha memfokuskan pandangannya, tetapi segalanya tampak berguncang lembut.
Liu Ling menyadari kondisi tubuhnya tidak beres, dan rasa panik yang mendalam merayap di hatinya.
Ia tahu, jika ia kehilangan kendali saat ini, bukan hanya rencananya yang akan terbongkar sepenuhnya, tetapi ia juga bisa membawa kehinaan yang tak terpulihkan bagi Keluarga Liu.
Gerakannya mulai menjadi canggung. Dari beberapa kali kontak mata dengan Gu Yuemian, ia bisa merasakan ketenangan dan kendali penuh dari pihak lawannya.
Rasa tak berdaya melonjak di dalam hati Liu Ling, seolah seluruh siasatnya telah dengan mudah terbongkar dan dipatahkan.