Bab Dua Puluh Enam: Persis Seperti Shen Chengyu Versi Mini
Halaman (1/3)
Seorang perempuan paruh baya menjelaskan dengan canggung, “Kakak Ipar Kedua Shen, kami mendengar semua itu dari kakak ipar tertuamu. Kami juga tidak tahu kalau dia sengaja memfitnah menantu perempuanmu.”
“Dia mengatakan hal itu kepada semua orang. Kami jadi mengira itu benar.”
“Kami datang kemari hanya karena bermaksud baik, ingin menanyakannya.”
Ibu Shen kembali murka. “Nyonya Zhang… perempuan jalang itu!”
Tak mau membantu keluarga mereka, setiap kali mendapat kesempatan dia justru menjelek-jelekkan mereka.
Siang tadi, Nyonya Zhang bahkan menancapkan pisau ke dalam hatinya, mengatakan bahwa putri, menantu perempuan, dan cucunya akan tetap berada di rumah bordil. Selain itu, keluarga mereka telah menyinggung keluarga Zhao, dan mungkin bahkan Shen Yu pun tidak akan dibiarkan oleh keluarga Zhao.
Semakin dipikirkan, Ibu Shen semakin marah.
Shen Qinghe buru-buru menenangkannya. “Ibu, bukankah Ibu sudah tahu sejak dulu orang seperti apa Bibi Tertua? Orang seperti dia tidak pantas membuat Ibu marah. Kalau kesehatan Ibu memburuk, Ibu sendiri yang akan menderita. Lagi pula, Ibu masih sakit.”
“Ibu, mari kita masuk. Biar Kakak menceritakan seluruh kejadiannya kepada Ibu, supaya Ibu senang.”
“Kakak ipar kita sungguh hebat!”
Ibu Shen pasti menyimpan banyak pertanyaan. Ia sendiri sangat ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Sebelumnya, ketika melihat Ibu menggendong Shen Ting, hati Shen Yu sudah dipenuhi seratus pertanyaan. Kini, setelah mendengar ucapan bibinya, pertanyaan di benaknya justru semakin banyak.
Tatapan penuh selidik Shen Yu bertemu dengan mata Lin Qiyue, membuat perempuan itu sedikit tertegun.
Shen Ting dan Shen Yu adalah saudara kembar. Wajah mereka sangat mirip. Meskipun mengenakan pakaian kasar dan sederhana, ketampanan mereka tetap sulit disembunyikan.
Halaman (1/3)
Halaman (2/3)
Barulah Lin Qiyue memahami mengapa saat pertama kali melihat Shen Ting, ia merasa begitu akrab. Itu bukan karena ingatan pemilik tubuh ini, melainkan karena wajah kedua kakak beradik itu mirip dengan seseorang yang dikenalnya.
Mirip dengan Jenderal Muda Shen Chengyu, bawahannya yang berpangkat perwira kelas empat.
Shen Chengyu adalah jenderal muda yang dipromosikannya sendiri. Ia gagah berani dalam pertempuran dan memiliki kecerdikan luar biasa. Ia selalu mampu mengalahkan pasukan musuh dengan taktik yang cerdik.
Karena itu, ia juga merangkap sebagai penasihat militer Lin Qiyue.
Berkat jasanya, Kerajaan Jiang dapat menandatangani perjanjian damai dengan lancar, dan perbatasan utara berhasil dipertahankan dalam keadaan stabil untuk waktu yang lama.
Setelah perbatasan utara stabil, sebuah titah kekaisaran tiba dari ibu kota, menganugerahkan pernikahan antara Lin Qiyue dan Pangeran Kedelapan.
Ia terpaksa menyerahkan kuasa militernya, lalu membawa beberapa jenderal muda, termasuk Shen Chengyu, kembali ke ibu kota untuk melaporkan tugas mereka.
Bagi seorang perwira militer kelas empat di ibu kota, jabatan terbaik yang dapat diperoleh hanyalah masuk ke pasukan pengawal kekaisaran sebagai perwira rendahan, dengan bawahan sekitar seratus orang.
Di Dinasti Agung Xing, para pejabat militer selalu ditekan oleh para pejabat sipil.
Kaisar memilih menutup sebelah mata terhadap hal itu.
Sejak dahulu, para jenderal yang memegang kuasa militer selalu membuat keluarga kerajaan merasa waswas.
Karena itu, para pejabat militer di ibu kota biasanya harus bersikap sangat hati-hati dan tidak menonjolkan diri.
Shen Chengyu pernah berkata kepadanya bahwa ia ingin mengubah keadaan yang tidak adil itu. Ia ingin mengikuti ujian musim gugur tahun ini dan menjadi pejabat sipil.
Bahkan Lin Qiyue sendiri tidak pernah menyangka bahwa Jenderal Muda Shen, yang gagah berani membantai musuh di medan perang, ternyata berhasil meraih peringkat pertama dalam ujian tingkat tertinggi. Setelah itu, dalam ujian di hadapan kaisar, ia ditunjuk langsung oleh Kaisar sebagai sarjana terbaik.
Halaman (2/3)
Halaman (3/3)
Sayangnya, sebelum sempat mengucapkan selamat kepada Shen Chengyu secara langsung, Lin Qiyue telah dibunuh oleh seseorang.
Shen Yu yang berdiri di hadapannya sekarang tampak seperti versi kecil Shen Chengyu.
Namun, Lin Qiyue tahu bahwa meskipun Shen Chengyu dan Shen Yu memiliki wajah yang mirip dan sama-sama bermarga Shen, keduanya tidak mungkin memiliki hubungan.
Selain karena nama mereka berbeda, Shen Chengyu juga pernah mengatakan kepadanya bahwa ia berasal dari Lingzhou.
Tatapan penuh selidik Shen Yu kembali bertemu dengan mata Lin Qiyue, tetapi tak lama kemudian ia mengalihkan pandangan.
Meskipun hatinya dipenuhi seratus pertanyaan, ia tidak ingin menanyakannya kepada Ibu.
Bahkan, ia tidak ingin memanggil perempuan itu “Ibu”.
Perempuan itu benar-benar telah melukai hatinya.
Ia dan adiknya tidak jarang menjadi sasaran pukulan dan makiannya.
Perempuan itu malas dan hanya suka menikmati hidup. Seluruh beban kehidupan keluarga dipikul oleh sang bibi. Karena terus-menerus menyulam, penglihatan sang bibi bahkan hampir rusak.
Ia juga egois. Setiap kali membeli makanan, ia hanya memakannya sendiri, bahkan sengaja menyantapnya di hadapan mereka.