Bab 36: Mengapa begitu sulit menjadi orang baik?
Saat ini, kediaman Himpunan Naga Hitam dikepung rapat oleh para serdadu. Orang yang memimpin barisan itu sangatlah familiar, tak lain adalah Wakil Menteri Hukum, Zhao Tang, yang ditemui kemarin. Di samping Zhao Tang, ada sosok lain yang juga tak asing—Yuan Hui.
Naga Hitam berdiri di depan pintu, menunduk dan membungkuk penuh hormat seraya berbicara kepada Zhao Tang. Meski tak terdengar jelas, Xie Xunfeng bisa menebak dari gerak bibir mereka. Kurang lebih, Yuan Hui telah meminta Zhao Tang untuk sengaja mencari masalah dengan Naga Hitam, menyuruhnya menuntut Xie Xunfeng. Jika Xie Xunfeng setuju untuk tidak lagi menagih seratus tael emas dari Keluarga Yuan, mereka akan melepaskan Naga Hitam. Jika tidak, seluruh anggota Himpunan Naga Hitam akan ditangkap dengan tuduhan percobaan pembunuhan.
Kendati Naga Hitam sangat berpengaruh di Kota Longyang, sejak dahulu rakyat tak pernah mampu melawan pejabat. Sebenarnya, Himpunan Naga Hitam dulunya bernama Kantor Pengawalan Naga Hitam. Awalnya mereka adalah kelompok perampok terbesar di luar kota, dikenal sebagai Sarang Naga Hitam. Ketika kekuatan mereka semakin besar, Naga Hitam sadar jika terus jadi perampok, cepat atau lambat pasti akan dimusnahkan.
Ketika masih menjadi perampok, mereka kerap bersinggungan dengan para pengawal kafilah. Karenanya, Naga Hitam pun memutuskan mendirikan Kantor Pengawalan dan beralih menjadi orang baik. Mereka turun gunung, menghabiskan banyak uang untuk melancarkan jalan dengan pejabat kota, lalu mulai menjalankan bisnis pengawalan di Longyang. Berkat kecerdikannya, Naga Hitam sering membantu para bangsawan kota menyelesaikan urusan kotor. Ia pun mendapat banyak dukungan, hingga menjadikan kantor pengawalannya yang terbesar di Longyang, sekaligus kelompok paling berpengaruh.
Namun demikian, baik sebagai kelompok maupun kantor pengawalan, mereka hanya bisa menakuti orang biasa. Di mata para pejabat dan orang kaya, mereka tetap saja golongan bawah. Apalagi jika harus berhadapan dengan pejabat setingkat wakil menteri seperti Zhao Tang, Naga Hitam sama sekali tak berani membantah.
"Bukan cuma itu, kau juga harus mengembalikan seratus tael yang sudah diterima! Kau punya waktu tiga hari. Jika sampai saat itu tidak ada kabar, kantor pengawalanmu tamat riwayatnya!" ancam Zhao Tang dengan wajah kejam.
Wajah Naga Hitam berubah sangat suram, tapi ia tetap mengangguk patuh. Yuan Hui menunjuk Naga Hitam dan berkata, "Jangan lupa, tampar saja si bodoh itu beberapa kali untukku!"
Naga Hitam terpaksa mengangguk lagi, lalu mengantar mereka pergi. Melihat sikap sombong Zhao Tang dan Yuan Hui, wajah Naga Hitam semakin muram, namun di hatinya sudah tertanam tekad bulat.
Ia sangat menyadari, mustahil datang ke kediaman Xie Xunfeng. Dengan kemampuan Xie Xunfeng, membawa anak buah ke sana sama saja mengantarkan nyawa. Namun, kalau tak bisa membunuh Xie Xunfeng, bukankah masih bisa menghabisi pejabat hina bernama Zhao Tang itu? Ia memutuskan, setelah membunuh pejabat busuk itu, ia akan kembali ke Sarang Naga Hitam dan menjadi perampok lagi. Ia hanya ingin membawa saudara-saudaranya menjadi orang baik, mengapa begitu sulit?
"Bagaimana? Ingin bertukar nyawa dengan pejabat busuk itu?" Tiba-tiba, suara terdengar di sampingnya saat ia masih murung.
Naga Hitam menoleh dan melihat Xie Xunfeng entah sejak kapan sudah berdiri di hadapannya. Hati Naga Hitam langsung ciut. Mengapa raja maut ini bisa datang?
"Saudara Xie, mengapa Anda datang kemari?" tanyanya gugup.
Xie Xunfeng berkata, "Tidakkah kau mengundangku masuk?"
Naga Hitam tertawa canggung dan segera mempersilakan Xie Xunfeng masuk. Sebagai orang yang menghormati kekuatan, terlebih lagi seperti Xie Xunfeng, Naga Hitam sangat kagum kepadanya.
Begitu masuk ke dalam, di ruang utama tergantung sebuah tulisan besar bertuliskan "KESETIAKAWANAN". Setelah duduk, Xie Xunfeng berkata, "Kau ingin membunuh Zhao Tang lalu melarikan diri, bukan?"
Naga Hitam sangat terkejut mendengarnya. Ia belum pernah mengungkapkan niat ini bahkan pada orang terdekatnya. Bagaimana Xie Xunfeng bisa tahu?
Naga Hitam tak langsung menjawab, melainkan mengamati Xie Xunfeng, seakan menebak maksud kedatangannya.
Xie Xunfeng berkata dengan tenang, "Aku sudah mendengar tentang kelompokmu. Aku kira kau masih seorang jantan sejati. Aku cukup mengagumimu. Mau kah kau kubantu?"
Mendengar kata-kata Xie Xunfeng, Naga Hitam menatapnya dalam-dalam dan bertanya, "Jadi selama ini kau hanya berpura-pura bodoh?"
Xie Xunfeng tersenyum tipis, "Aku tidak pernah berpura-pura, hanya saja di mata sebagian orang, aku memang terlihat bodoh..."
"Saudara Xie, kenapa Anda mau membantu kami?" tanya Naga Hitam.
"Pertama, aku tahu kalian adalah orang-orang malang. Aku ingin membantu. Kedua, aku juga ingin membangun kekuatanku sendiri, dan kalian sangat cocok," jawab Xie Xunfeng to the point.
Naga Hitam menatapnya dan bertanya, "Jadi, kau ingin menguasai kami?"
Xie Xunfeng terdiam sejenak, lalu berkata, "Bisa dibilang begitu..."
"Apa yang bisa kau berikan padaku?" tanya Naga Hitam.
"Asalkan kau menurut padaku, aku bisa membuat kelompokmu makin besar, menjadi kantor pengawalan terbesar seantero negeri. Kalian juga tidak akan lagi ditekan pejabat, bahkan mereka yang akan gentar padamu," ujar Xie Xunfeng dengan tenang.
Naga Hitam terdiam beberapa saat, lalu berkata, "Aku punya satu syarat lagi."
Xie Xunfeng tersenyum, "Sebutkan saja!"
"Aku ingin menjadi muridmu. Ajari aku kemampuanmu!" kata Naga Hitam.
Sebagai orang yang telah berkembang dari seorang perampok hingga kini, Naga Hitam jelas punya pandangan tajam. Setelah berbincang singkat dan mendengar berbagai hal tentang Xie Xunfeng, ia paham betul, Xie Xunfeng bukan orang biasa. Seperti pepatah, "Keemasan tidak pernah tenggelam, begitu ada angin dan awan, naga pun terbang." Saat ini, Xie Xunfeng adalah naga yang sedang bersiap terbang.
Xie Xunfeng tersenyum, "Tentu saja, kalau kemampuanmu seperti sekarang, kau belum pantas menjadi bawahanku."
Naga Hitam langsung berlutut, membenturkan kepala tiga kali ke lantai dan berkata, "Guru, aku akan segera menyiapkan persembahan untuk mengangkatmu sebagai guru!"
Xie Xunfeng mengibaskan tangan, "Tak perlu repot. Aku tidak butuh segala formalitas itu. Kumpulkan data anggota dan pembukuan kelompokmu, serahkan padaku. Aku akan buatkan rencana dan membenahi kelompokmu."
Naga Hitam bertanya, "Guru, lalu mengenai keluarga Yuan..."
"Mereka tak layak dipikirkan. Untuk urusan Zhao Tang, serahkan padaku," jawab Xie Xunfeng dengan nada penuh wibawa.
Mata Naga Hitam memancarkan kekaguman mendalam kepada Xie Xunfeng. "Guru, akan segera kuambilkan semua itu."
...
Keluarga Yuan.
Saat itu Yuan Qing duduk di samping Yuan Shan. Yuan Hui dengan penuh semangat berkata pada Yuan Qing, "Kakak Yuan, memang hanya engkau yang mampu. Begitu Wakil Menteri Zhao datang, Naga Hitam itu langsung ciut, hanya bisa menunduk dan membungkuk."
Yuan Qing tersenyum tipis, "Menghadapi orang seperti itu, kita tak perlu turun tangan. Menang pun tak terhormat, kalah pun memalukan."
Yuan Shan mengangguk-angguk, "Lihatlah, Yuan Qing memang layak jadi kebanggaan keluarga Yuan dari Jiaodong. Kalian semua harus banyak belajar darinya."
Kemudian Yuan Shan berpaling pada Yuan Qing dan bertanya, "Tuan Muda Yuan, apa tujuanmu datang ke Longyang kali ini?"
Mendengar pertanyaan itu, Yuan Qing melirik para putra Yuan Shan yang lain. Yuan Shan pun paham, lalu menyuruh mereka keluar.
Setelah hanya berdua, Yuan Qing berbisik pelan di telinga Yuan Shan. Usai mendengarnya, tangan Yuan Shan gemetar hebat hingga cangkir tehnya jatuh dan pecah di lantai.
Bacaan gratis...