Bab Empat Puluh Tiga: Tuan Agen Rahasia Datang Lagi
“Aku terpikirkan satu hal yang sangat penting.” Nick Fury tiba-tiba berdiri, satu matanya yang tajam menatap Coulson sembari berkata, “Aku ingat kau pernah bilang penyihir bernama Patch Mavis itu bisa menciptakan makhluk sihirnya sendiri. Mungkinkah putrinya itu sebenarnya hanyalah makhluk sihir ciptaannya?”
Mendengar ucapan Nick Fury, Coulson tak bisa menahan diri untuk mengelus dagunya sambil merenungkan. Namun tak lama kemudian, ia tersenyum getir dan menjawab, “Sepertinya itu tidak mungkin.”
“Memang, Oriana itu meski memiliki cara berpikir layaknya manusia biasa, tapi penampilannya tetap sangat berbeda dari manusia normal. Namun, Elizabeth...” Melihat Nick Fury tampak bingung, Coulson segera menjelaskan, “Oh, maksudku itu putri Patch Mavis.”
“Tapi Elizabeth benar-benar nyaris tak ada bedanya dengan gadis kecil normal. Satu-satunya perbedaan hanyalah dia sangat cantik.”
“Andai Patch Mavis bisa menciptakan makhluk sihir sampai setingkat ini, apa bedanya dia dengan Tuhan? Jadi, Pak, menurutku gadis kecil ini seharusnya bukan makhluk sihir.” Coulson menatap Nick Fury dengan sungguh-sungguh menyampaikan pendapatnya.
“Baiklah! Lagipula, apakah Elizabeth, gadis kecil itu, makhluk sihir atau bukan, kita juga belum tahu.” Nick Fury mengangkat tangan, tampak pasrah, lalu melanjutkan, “Kita lewati dulu pertanyaan ini. Coulson, bukankah masih ada satu hal lagi? Silakan lanjutkan...”
“Siap, Pak.”
Coulson mengangguk, lalu berkata lagi, “Sejak Patch Mavis kembali ke rumah kecilnya, selain sekali-kali keluar bersama putrinya, Elizabeth, sebagian besar waktunya ia habiskan di rumah. Awalnya, kami tidak merasa ada yang aneh, sampai suatu hari kami memeriksa rekening bank-nya. Ternyata dia menjual semua saham yang sejak awal terus naik nilainya, lalu...”
Coulson terdiam sejenak, menelan ludah, lalu melanjutkan, “Dia menginvestasikan seluruh dana hasil penjualan saham itu untuk membeli saham Stark Industri, yang justru sedang anjlok terus-menerus.”
“Pak, inilah kejanggalan besar yang ingin saya sampaikan kepada Anda.”
“Semua uangnya dibelikan saham Stark Industri?”
Setelah mendengar penjelasan Coulson, Nick Fury berkerut kening. Ia merenung sejenak sebelum akhirnya berkata, “Setelah Tony Stark diculik di Afghanistan, harga saham Stark Industri terus merosot. Rasanya tak ada orang waras yang akan menjual saham pasti untung, lalu membeli saham yang jelas-jelas rugi. Tapi...”
“Tapi Patch Mavis memang benar-benar melakukannya,” sambung Coulson, menatap lurus ke arah mata Nick Fury yang satu itu, “Pak, selama ini Patch Mavis bukanlah orang bodoh. Sebaliknya, bisa jadi dia jauh lebih cerdas daripada kita semua. Jadi, tindakannya pasti punya alasan yang belum kita ketahui.”
“Coulson, aku juga yakin dia bukan orang tolol. Andai dia tolol, tak mungkin dia mampu menguasai kekuatan sebesar itu dan tetap teguh pada prinsipnya, tidak menggunakan kekuatannya untuk berbuat jahat.”
Nick Fury mengangguk, namun ucapannya seketika berubah, “Tapi tindakan Patch Mavis ini benar-benar tak masuk akal. Ia jelas tidak akan mendapat keuntungan apa pun! Kecuali dia hanya ingin membantu menutup kekurangan dana Stark Industri, tapi rasanya itu sangat mustahil...”
“Memang benar-benar mustahil,” Coulson mengangguk setuju, meski jelas terlihat ada kilatan aneh di matanya.
Sebagai mantan agen andalan, Nick Fury tentu menyadari perubahan sikap Coulson. Ia lalu mengangkat tangan, bertanya, “Coulson, kau sepertinya punya ide. Katakan saja...”
“Baik, Pak.” Coulson mengangguk, menatap Nick Fury dengan serius, lalu berkata, “Pak, pikirkan baik-baik. Seseorang seperti Patch Mavis tak mungkin sebodoh itu, membeli saham Stark Industri yang jelas-jelas rugi pada saat seperti ini. Aku yakin, tindakannya pasti punya pertimbangan tersendiri...”
Tatapan Coulson makin tajam pada Nick Fury, ia melanjutkan, “Jadi, meski saat ini Patch Mavis merugi karena membeli saham Stark Industri, bisa saja nanti ia akan mendapatkan keuntungan berlipat. Dan satu-satunya cara harga saham itu naik hanyalah...”
“Itu berarti Tony Stark kembali,” Nick Fury dan Coulson berkata serempak.
Mendengar Nick Fury menyebut kesimpulan yang sama, Coulson menambahkan, “Jika Tony Stark kembali, maka tindakan Patch Mavis ini bukan hanya tidak bodoh, justru sangat bijaksana. Dia akan mendapat keuntungan besar.”
“Coulson, dugaanmu memang cukup masuk akal, tapi...”
Nick Fury belum sepenuhnya yakin. Ia bertanya, “Tapi bagaimana Patch Mavis bisa memastikan Tony Stark pasti akan kembali dengan selamat?”
Nick Fury menatap tajam Coulson, bertanya, “Kita bahkan tidak tahu Tony Stark sekarang disekap di mana di Afghanistan, bahkan hidup atau matinya saja belum jelas. Jadi...”
“Coulson, aku tidak bisa sepenuhnya membenarkan dugaamu.”
“Pak!” Mendengar serangkaian pertanyaan Nick Fury, Coulson hanya bisa tersenyum getir dan berseru.
“Ada apa, Coulson?” Nick Fury segera menoleh, tak mengerti.
“Pak, sepertinya Anda lupa keistimewaan utama Patch Mavis.”
Coulson menatap Nick Fury, lalu berkata, “Ingat, dia itu penyihir, menggunakan ‘sihir’ yang sama sekali tidak kita pahami. Mungkin saja Patch Mavis punya kemampuan seperti meramal masa depan?”
“Lagipula...”
Coulson berhenti sebentar, lalu melanjutkan, “Kalau Patch Mavis tidak punya kemampuan seperti itu, segala tindakannya akhir-akhir ini benar-benar tak bisa dijelaskan.”
Mendengar ucapan Coulson, ekspresi Nick Fury seketika menjadi sangat serius. Ia bergumam pelan, “Meramal masa depan, ya?”
Setelah menutup mata dan berpikir cukup lama, Nick Fury akhirnya menatap Coulson lagi, mengernyit, lalu berkata dengan suara rendah, “Coulson, sepertinya aku harus bertemu langsung dengan Patch Mavis…”
...
Di sisi lain, di kamar sewa kecil Patch yang sederhana.
Patch baru saja pulang bermain beberapa jam bersama Elizabeth. Ia langsung menyalakan komputer dan mengecek pergerakan saham Stark Industri hari ini.
Begitu grafik macd saham muncul di layar laptop tuanya yang sudah usang, wajah Patch tak bisa menyembunyikan kekecewaan.
Harga saham Stark Industri turun terlalu cepat. Uang satu juta dolar yang ia tanamkan hanya dalam beberapa hari sudah menyusut hampir setengahnya. Wajar saja ia merasa nyeri di dada!
“Tenang, tenang, uang ini pasti akan kembali,” gumam Patch pada dirinya sendiri sambil memegang dada, berusaha menenangkan hati.
Setelah berkata begitu, Patch buru-buru menambahkan dalam hati, “Mulai sekarang jangan lihat saham setiap hari, hanya membuat diri sendiri tersiksa. Lihat saja setengah bulan lagi. Saat itu Tony Stark pasti sudah kembali!”
“Ya, begitu saja!”
Setelah mengangguk mantap, Patch menutup laptop dan bersiap mandi di kamar mandi.
Namun, baru saja ia berdiri dan hendak melangkah ke kamar mandi, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu dari luar.