Bab Empat Puluh Delapan: Badai Kembali Mengguncang
***Sumber bab ini silakan baca di bab terbaru***
Tak seorang pun menyangka Lin Yu Zhang akan bertindak begitu tegas dan kejam. Semua kesalahan dilemparkan kepada muridnya, sementara dirinya seolah terbebas dari segala dosa.
Namun, meski kau sudah berlepas diri, anakmu sendiri tak mungkin bisa lolos dari hukuman. Apa kau juga akan membunuh anakmu sendiri?
Karena itu, tatapan semua orang kembali tertuju pada Lin Yuan Chong.
Wajah Lin Yu Zhang tampak kelam. Dalam hatinya, ia hampir saja melaknat Lin Yuan Chong sampai mati. Tak berguna, hanya bisa merusak segalanya. Ia bahkan hampir ingin naik ke atas dan membunuh anaknya sekalian, namun bagaimanapun juga itu adalah darah dagingnya. Akhirnya, ia hanya bisa menggertakkan hati. Ia segera mencabut pedang panjangnya.
“Baik! Aku, Lin ini, sadar betul akan dosa-dosaku. Sampai melahirkan anak durhaka seperti ini. Hari ini, di hadapan kalian semua, aku akan memotong tiga jariku sendiri sebagai peringatan!”
Begitu berkata, di tengah tatapan terkejut dan heran semua orang, ia mengayunkan pedang dan memotong tiga jarinya sendiri. Ia menggertakkan gigi menahan sakit, lalu segera menekan lengan untuk menghentikan pendarahan.
“Aku sadar, dosaku berat, dan inilah hukumanku. Selain itu, Lin Yuan Chong juga tak bisa dimaafkan. Setelah kembali, ia akan menerima lima puluh pukulan berat dan dikurung selama setahun untuk dididik! Saudara sekalian, apakah hukuman ini sudah memuaskan?”
Semua orang serempak merinding. Dalam hati mereka muncul rasa dingin. Tidak disangka Lin Yu Zhang bukan hanya kejam pada musuh, tetapi juga tega pada dirinya sendiri.
Namun mereka tak tahu, Lin Yu Zhang sebenarnya sudah punya rencana sendiri. Beberapa tahun lalu, ia telah meminta seorang alkemis membuatkan salep khusus ‘Salep Sambung Jari’. Selama dioleskan dalam sebulan, jarinya bisa tumbuh kembali, jadi ia tidak perlu khawatir kehilangan jarinya secara permanen.
Melihat tindakan Lin Yu Zhang, tak ada yang bisa berkata apa-apa lagi. Lagi pula, syarat itu sudah cukup adil. Lin Yi Yue dan beberapa orang lain, meski merasa tak puas, akhirnya dipaksa mundur oleh para tetua.
“Paman, celaka!”
Saat semua orang mengira masalah telah selesai, Lin Yuan Long berlari keluar dari area terlarang bersama Lin Yuan Hu dan Xu Rong, wajah mereka panik.
“Ada apa sebenarnya?” Wajah Lin Yu Zhang berubah muram.
He Dan Chen, Xu Xiang Bei dan lainnya pun penasaran mendekat. Dengan mata tajam para ahli tingkat tinggi, mereka segera menyadari kondisi Lin Yuan Hu sangat buruk. Dalam hati mereka terkejut, siapa lagi pemuda tangguh yang bisa melukai Lin Yuan Hu? Untuk melukai seseorang di bawah pengawasan Lin Yuan Long bersaudara, paling tidak harus berlevel dua belas pasca kelahiran. Jumlah ahli seperti itu bisa dihitung dengan jari. Semua pun menjadi penasaran.
“Paman, tolong bela keadilan untuk kami. Itu semua ulah Lin Zong, bajingan itu bukan hanya tidak mati, tapi malah makin keji dan licik! Saat kami lengah, ia diam-diam menyerang adikku. Setelah aku tahu, terjadi pertarungan hebat dan akhirnya berhasil mengusirnya...”
Lin Yuan Long meratapi nasib, sembari membual tentang betapa heroiknya dia, seolah Lin Zong hanyalah badut di tangannya. Ia sama sekali tak sadar raut wajah orang-orang di sekitarnya.
Wajah Lin Yu Zhang kini penuh garis hitam. Anak sendiri saja tak mampu dikalahkan, masa kau hanya butuh beberapa saat untuk mengusir orang itu?
Wajah-wajah di sekitarnya pun tampak aneh sekali.
Akhirnya Lin Yuan Long sadar suasana tak benar, lalu mencoba membela diri, “Paman, kalian jangan salah paham. Lin Zong sekarang sangat berbahaya, dia sudah bukan orang bodoh lagi. Ia bahkan bisa menahan seranganku. Dalam waktu singkat, ia pasti bisa menyaingi aku. Xu Rong tahu betul. Sekarang Lin Zong tidak bisa dianggap remeh. Meski aku dan Xu Rong berhasil mengusirnya, tapi menangkapnya tidaklah mudah. Kupikir, hanya kakak Yuan Chong dan segelintir orang yang bisa mengalahkannya. Karena itu, kami datang untuk meminta kepala keluarga memberitahu kakak Yuan Chong agar segera pergi menangkap si pengkhianat itu...”
Mendengar ocehannya, sudut bibir orang-orang membentuk senyum aneh. Apakah keluarga Lin hanya melahirkan dua jenis orang: binatang buas dan si besar kepala?
Wajah Lin Yu Zhang semakin hitam, lalu menendang Lin Yuan Long hingga terlempar.
“Lihatlah baik-baik, kakakmu Lin Yuan Chong sedang terbaring di sini. Kau melotot seperti beruang, apa gunanya itu! Kau bilang mengusir Lin Zong? Bukankah justru kau yang diusir olehnya?”
Lin Yuan Long akhirnya sadar situasi, ingin mengajak Xu Rong jadi saksi, namun Xu Rong sudah lama menghilang setelah melihat kondisi di lapangan. Hanya dia sendiri yang membual di sana, wajahnya pun memerah seperti terasi.
Begitu melihat Lin Yuan Chong yang tergeletak di tanah dengan wajah tak karuan, ia langsung pucat pasi. “Itu... itu ulah Lin Zong...”
Melihat ekspresi orang-orang, ia tahu dugaannya benar. Ia pun merasa takut. Tak disangka Lin Zong kini begitu hebat, bahkan bisa melumpuhkan salah satu dari empat pemuda terkuat. Ia bersyukur tak sembarangan bertindak dulu, kalau tidak, nasibnya pasti sama buruknya dengan Lin Yuan Chong.
“Hm. Ceritakan segalanya dengan jujur, ingat, aku tidak mau dengar kebohongan!”
Lin Yu Zhang melihat wajah ketakutan Lin Yuan Long, hatinya pun penuh kekecewaan. Bagaimana mungkin mantan bibit unggul keluarga malah kalah dibanding orang yang dulu dianggap bodoh?
Kali ini, Lin Yuan Long tak berani menyembunyikan apapun. Ia menceritakan seluruh kejadian. Lin Yu Zhang, He Dan Chen, dan yang lain mendengarkan dengan seksama. Pria paruh baya berbaju ungu pun menoleh dan tampak sangat tertarik dengan kabar tentang Lin Zong.
Para murid lain mendengarkan bagaikan dongeng, tercengang tanpa kata.
Sebelum ujian, tak seorang pun menyangka akan muncul kuda hitam seperti ini. Meski kemenangan Lin Zong sering didapat dengan cara licik, tetap saja itu menunjukkan kekuatan.
Beberapa murid bahkan mulai menempatkan Lin Zong sebagai pemuda keenam terkuat di Kota Leyan, hanya di bawah lima besar lainnya.
Jika dalam ujian berikutnya Lin Zong benar-benar membuktikan kekuatannya, maka menyaingi He Yun Qi, pemuda nomor satu, bukan hal mustahil.
Namun, setelah mendengar cerita Lin Yuan Long, benak para kepala keluarga hanya dipenuhi tiga kata:
Buah Wei Yang!
Lin Zong ternyata mendapatkan Buah Wei Yang!
Lin Yu Zhang dan Xu Xiang Bei saling pandang. Mereka tahu maksud di balik tatapan itu. Dua perintah pun segera dilancarkan secara diam-diam oleh kedua kepala keluarga. Seketika, para murid terbaik kedua keluarga serempak keluar, menuju satu arah: Danau Kabut Tersembunyi. Konon kabarnya, Lin Zong tengah menuju ke sana.
He Dan Chen, Liu Yun Long dan yang lain menyadari kelicikan keluarga Lin dan Xu, namun tak mampu mencegah mereka. Sementara pria paruh baya berbaju ungu hanya tersenyum dan duduk santai, sebab dialah satu-satunya yang percaya pada kemampuan pisau terbang Lin Zong.
•••
Angin bertiup pelan. Tiba-tiba muncul sesosok bayangan.
“Wu wu~” Dalam pelukan sosok itu, seekor binatang berbulu tampak tak tenang, menggeliat ke sana kemari.
Lin Zong menghela napas. Ia mengeluarkan sebutir buah segar dari pelukannya. Mata Jin Wu langsung berbinar, dan dengan kecepatan kilat, ia menggigit buah itu. Gerakannya jauh dari kebiasaan santainya yang mirip kucing malas.
Sejak berpisah dengan You Si Niang dan empat yang lainnya, Lin Zong memang berniat mencari jejak pemilik gua di sekitar Danau Kabut Tersembunyi. Sepanjang perjalanan ke utara, setiap menemukan buah atau rumput ajaib, ia tak pernah melewatkannya. Lama-kelamaan, ia menyadari keistimewaan Jin Wu: hidungnya amat tajam. Hampir semua buah dan rumput ajaib selalu lebih dulu ditemukan olehnya.
Awalnya Lin Zong senang, namun ternyata Jin Wu semakin menjadi-jadi. Setiap menemukan, langsung disambar dan ditelan sendiri. Lin Zong pun kaget, sebab sering kali tak sempat mencegah. Sebagian besar hasil buruan akhirnya masuk ke perut Jin Wu.
Lin Zong sempat menduga Jin Wu memiliki kemampuan menyerap kekuatan seperti dirinya. Tapi setelah diamati, rupanya tidak ada efek apa-apa. Semua rumput dan buah ajaib itu hanya dianggap sebagai camilan, dimakan tanpa pilih-pilih. Tenaganya tak bertambah, justru kebiasaan malas dan suka tidur semakin parah. Ia kini makin sering tidur. Lin Zong hanya bisa menyesali nasib buah dan rumput ajaib itu.
Karena itu, dalam perjalanan selanjutnya, Lin Zong terus memeluk Jin Wu erat-erat. Hanya jika benar-benar perlu, ia baru memberinya sebatang rumput ajaib.
Sebenarnya, Lin Zong sendiri makan lebih banyak dari Jin Wu. Tenaga dalam tingkat lima pasca kelahiran yang ia miliki kini sudah matang dan terus bertambah pesat.
Semua ini sebagian besar berkat para murid keluarga Lin dan Xu. Sejak mendengar kabar bahwa kedua keluarga hendak mengepung dirinya, Lin Zong memutuskan untuk menyerang lebih dulu, merampas secara terang-terangan. Kalau kalian mau merampokku, biar aku yang lebih dulu merampok kalian.
Akibatnya, para murid keluarga Lin dan Xu jadi korban. Alih-alih mendapat untung, hasil jerih payah mereka malah jadi milik orang lain.
Setelah beberapa kali merampok, hasil yang didapat sangat melimpah. Kekuatan Lin Zong pun melonjak pesat. Ia bahkan senang karena para murid Lin dan Xu terus-menerus mengikuti jejaknya. Sambil merampok, ia bisa sekalian melatih diri. Hidupnya memang repot, tapi penuh kesenangan. Sayangnya, masa indah itu tak berlangsung lama. Para murid kedua keluarga akhirnya ketakutan. Bahkan muncul julukan baginya: ‘Iblis Pisau Terbang’. Semakin sedikit yang berani mendekat.
Dalam waktu singkat, nama Lin Zong sebagai ‘Iblis Pisau Terbang’ menggema. Namanya langsung menenggelamkan ketenaran Lin Yuan Chong, Xu Feng, dan lain-lain, sejajar dengan He Yun Qi sebagai pemuda nomor satu di Kota Leyan.
Kabar ini sampai ke telinga Lin Yu Zhang, Xu Xiang Bei, dan lainnya. Mereka hampir saja dibuat marah setengah mati. Akhirnya, mereka memutuskan mengumpulkan para murid terbaik kedua keluarga. Lin Yuan Long dan Lin Yuan Du memimpin Lin, sedangkan Xu Dong You dan Xu Rong memimpin Xu, lalu bersama-sama memburu Lin Zong.
Dalam sekejap, kawasan terlarang jadi kacau balau. Banyak yang tak yakin Lin Zong akan selamat. Dengan begitu banyak ahli, bahkan He Yun Qi sendiri belum tentu mampu menahan serangan gabungan mereka. Apalagi Lin Zong yang hanya mengandalkan keahlian pisau terbang?
-/-