Bab Seratus Empat Puluh Lima: Kontra-Invasi【Pembaruan Kedua】

Mengulang Kembali Era Kiamat Gu Xi 3427kata 2026-03-27 03:46:48

Di dalam pupil emas kucing putih itu, seolah-olah terdapat kekuatan yang begitu memikat. Kekuatan tak kasat mata meresap ke udara di sekitarnya bagaikan pembuluh darah. Bulu putih bersih di seluruh tubuhnya bergetar lembut, seolah-olah hendak melayang di udara.

Hei Yue dan yang lainnya memiliki pemahaman batin yang mendalam dengan Lin Chao. Sejak saat Lin Chao mulai bertindak, mereka sudah mengetahui rencana selanjutnya: Lin Chao dan Hei Yue akan tinggal untuk menghadang kucing putih tersebut, sementara yang lainnya mundur terlebih dahulu untuk menghindari menjadi beban.

Namun, tepat saat mereka bersiap untuk mundur, mereka tiba-tiba melihat Lin Chao memegangi kepalanya dengan ekspresi sangat kesakitan, seolah-olah ia terjebak dalam kondisi serangan mental tertentu.

Lin Shiyu langsung mengurungkan niatnya untuk mundur. Ia melangkah maju, aliran listrik bergejolak di seluruh tubuhnya, dan melesat menerjang ke arah kucing putih itu.

Bam!

Arus listrik yang menyentuh bagian depan tubuh kucing putih itu tiba-tiba buyar dengan sendirinya, seolah-olah ada penghalang tak kasat mata yang melindungi sekelilingnya.

Fan Xiangyu bergidik ngeri. Ia merasakan gelombang kekuatan mental yang dahsyat memancar dari tubuh kucing putih itu, bagaikan samudra luas yang tak terduga kedalamannya. Dibandingkan dengan makhluk itu, kekuatan mentalnya sendiri bagaikan sebuah perahu kecil di tengah samudera lepas yang bisa tenggelam kapan saja!

"Bagaimana bisa ada kekuatan mental sekuat ini..." Rasa takut melanda hatinya, dan ia berniat untuk berbalik dan melarikan diri. Namun, saat langkah kakinya sedikit bergeser, tatapannya justru tertuju pada sosok Lin Chao. Ia menggertakkan giginya perlahan, lalu akhirnya membentak You Qian yang berada di dekatnya, "Kalian pergi duluan, aku akan mengulur waktunya!"

"Aku akan tinggal untuk membantumu," kata Hei Yue buru-buru.

Fan Xiangyu menggelengkan kepalanya perlahan, "Meskipun kemampuan penguatanmu bisa melipatgandakan kekuatanku, itu tetap tidak akan banyak membantu. Makhluk ini terlalu kuat, di luar imajinasi kalian. Cepatlah pergi!"

Pandangan Hei Yue menyiratkan keteguhan, "Selama aku masih bisa berguna, aku harus tinggal!"

You Qian, yang tadinya bersiap untuk berbalik dan kabur, tubuhnya sedikit membeku. Ia menoleh ke belakang, lalu tersenyum pahit, "Baiklah. Kalian semua begitu tidak takut mati, bagaimana mungkin aku kalah dari seorang wanita? Lagipula aku adalah beban, kalau begitu jadilah beban sampai akhir!"

Fan Xiangyu tidak mengatakan apa-apa lagi. Tatapannya dingin, dan tanpa aba-aba yang berlebihan, puluhan mayat busuk di belakangnya langsung mengerumuni maju.

"Medan Reaksi Terbalik!"

"Ruang Kepadatan!"

"Aum!!"

Enam puluh mayat busuk ini direkrut sepanjang perjalanan, semuanya memiliki tingkat fisik di atas dua puluh kali lipat manusia biasa. Di antara mereka, ada sekitar tujuh atau delapan mayat busuk yang memiliki tingkat fisik sekitar tiga puluh kali lipat, serta memiliki kemampuan yang kuat. Atas perintah batinnya saat ini, mereka semua menerjang maju bersama-sama, mengeluarkan suara raungan aneh yang rendah dari tenggorokan mereka yang serak.

Kucing putih itu berdiri di tempat tinggi menatap ke bawah. Di dalam pupil emasnya terpancar tatapan dingin tanpa ampun, lalu ia melontarkan satu patah kata dengan ringan: "Mati!"

Belasan mayat busuk yang memimpin di depan tiba-tiba menghentikan langkah mereka, dan seketika meledak berkeping-keping, seolah-olah ada bom waktu yang tertanam di dalam tubuh mereka.

Fan Xiangyu tidak menunjukkan rasa iba sedikit pun. Ia terus mengendalikan mayat-mayat busuk di belakangnya untuk maju bergelombang silih berganti. Meskipun mayat-mayat busuk ini memiliki berbagai kemampuan aneh—yang jika masing-masing kemampuan itu digunakan hingga tingkat maksimal, akan menjadi keberadaan yang berada di puncak—namun, medan reaksi energi di dalam tubuh kucing putih itu terlalu kuat. Kemampuan mereka sama sekali kehilangan efektivitasnya, dan mereka hanya bisa mengandalkan kekuatan fisik murni untuk bertempur!

Bam! Bam!

Sepuluh meter di depan kucing putih itu tampak seperti zona larangan mati. Setiap mayat busuk yang melangkah masuk ke dalam radius ini langsung meledak dan tewas seketika!

Anggota tubuh yang terpotong, usus, jeroan yang hancur, dan darah kental bercampur aduk, menumpuk di atas salju di jalanan, seketika mengubah warna salju putih bersih menjadi merah pekat.

Pupil emas kucing putih itu beralih menatap Fan Xiangyu, Lin Shiyu, dan yang lainnya, lalu mendengus dingin.

Bam!

Tubuh Fan Xiangyu, Hei Yue, dan yang lainnya terpelanting mundur seolah-olah dihantam pukulan telak. Di antara mereka, satu-satunya yang tidak terluka adalah Bai Xue. Ekspresinya tampak linglung, seolah-olah ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Namun, setelah melihat Hei Yue dan yang lainnya terpelanting mundur, ia menyadari sesuatu. Ia segera berlari ke hadapan Lin Chao dan merentangkan kedua tangannya.

"Tidak boleh menyakitinya!" Bai Xue menatap kucing putih itu dengan mata jernihnya, lalu berkata dengan sangat serius.

Kucing putih itu meliriknya sekilas tanpa mengatakan apa-apa, hanya saja cahaya keemasan di dalam pupil matanya tiba-tiba menajam. Ia bisa merasakan bahwa kesadaran otak Lin Chao sedang dikikis, dan sebentar lagi sebuah tanda akan dicapkan padanya agar ia benar-benar takluk dan tunduk kepadanya!

"Hm?" Tiba-tiba, cahaya keemasan di pupil matanya lenyap, dan bola mata kucing itu menyusut sesaat.

Lin Chao memegangi kepalanya, wajahnya tampak meringis kesakitan. Ia perlahan membuka matanya yang kini memerah dan tampak liar, lalu menatap tajam ke arah makhluk itu. Kekuatan tekadnya yang gigih mati-matian melawan gelombang kesadaran yang menyusup tersebut.

"Ba-bagaimana bisa ada tekad sekuat ini!" Kucing putih itu mundur dua langkah, tubuh kecilnya bergetar lembut. "Menggunakan tekad untuk memicu niat membunuh di dalam hati, menggunakan niat membunuh yang gila untuk melawan penyusupanku... Niat membunuh yang begitu pekat! Bagaimana mungkin seorang manusia... bisa mengumpulkan niat membunuh sebanyak ini!"

Secercah rasa ngeri terbesit di dalam pupil matanya. Saat menyusup ke dalam otak Lin Chao, kesadarannya berada dalam kondisi terhubung dengan kesadaran Lin Chao. Dalam kondisi ini, yang diadu adalah kekuatan mental dari kedua belah pihak. Ia sangat yakin bahwa dengan kekuatan mentalnya, ia pasti bisa dengan mudah memperbudak manusia ini.

Namun, tekad Lin Chao jauh lebih gigih dari apa yang ia bayangkan!

Jika kekuatan mental diibaratkan sebagai "prajurit", maka tekad adalah "jenderal"!

Meskipun kekuatan mental Lin Chao dibandingkan dengan miliknya hanyalah sebutir air di tengah samudra, kekuatan mental itu sangat terkonsentrasi, bagaikan sebuah jarum baja! Dan meskipun kekuatan mentalnya berjumlah banyak, wujudnya seperti kapas. Alih-alih berhasil menelan Lin Chao, ia justru terdorong keluar oleh kekuatan mental Lin Chao!

Kendati demikian, jika hanya mengandalkan tekad, Lin Chao tetap tidak bisa sepenuhnya melepaskan diri dari erosi mentalnya. Bagaimanapun juga, kekuatan mental makhluk itu terlampau besar, bahkan jika digerus perlahan pun, kekuatan mental Lin Chao pada akhirnya akan terkuras habis!

Namun, Lin Chao menggunakan tekadnya sendiri untuk membakar niat membunuh yang menggunung di lubuk hatinya. Niat membunuh ini melekat pada kekuatan mentalnya, memiliki daya tembus yang sangat kuat, sehingga berhasil melepaskan diri dari cengkeraman erosi tersebut. Bahkan, ia secara samar-samar memanfaatkan niat membunuh yang mengerikan itu untuk balik menyusup ke dalam otak sang kucing putih!

Kucing putih itu tiba-tiba merasa bahwa meskipun ia telah mengamati manusia ini sejak lama, pemahamannya tentang manusia tersebut masih sangat sedikit. Kekuatan tekad yang mengerikan semacam ini sama sekali bukanlah sesuatu yang bisa dimiliki oleh makhluk bernama manusia!

Terlebih lagi, niat membunuh yang begitu mencengangkan ini bahkan tidak dimiliki oleh dirinya sendiri yang berwujud monster!

"Sialan!" Kemarahan terpancar di dalam matanya. Di bawah pengaruh niat membunuh yang begitu kuat itu, ia merasakan perasaan takut terhadap Lin Chao tumbuh di dalam hatinya tanpa bisa dikendalikan. Meskipun ia tahu bahwa ini hanyalah gangguan yang diakibatkan oleh niat membunuh yang merambat melalui sambungan kesadaran, ia tetap merasa dipermalukan!

Ia mengangkat cakarnya dan menerkam ke arah Lin Chao.

Bam!

Tidak ada seorang pun yang mampu melihat gerakannya dengan jelas. Tubuh Lin Chao tiba-tiba terpelanting mundur, dan tulang di dadanya robek menyisakan luka menganga yang sangat mengerikan. Jeroan dan usus yang hancur terburai keluar dari dalam luka tersebut, menjuntai turun hingga ke bawah pinggang mengikuti daging compang-camping yang terkoyak.

Lin Chao jatuh tergeletak di atas tanah. Seolah-olah rasa sakit luar biasa di tubuhnya tidak ada apa-apanya, ia masih tetap mempertahankan wajah meringisnya, menatap tajam ke arah kucing putih itu dengan sorot mata yang buas.

Kucing putih itu diliputi rasa gentar. Ckaran tadi sebenarnya ia arahkan agar Lin Chao jatuh pingsan, lalu kemudian baru ia budaki. Tak disangka tekad manusia ini melampaui batas fisik. Diperkirakan hanya dengan mematahkan leher dan menghancurkan otaknya saja baru bisa membuatnya jatuh pingsan.

Sambil melawan niat membunuh Lin Chao, ia melompat menerjang untuk mencengkeram leher pria itu.

Tepat pada saat ini——

Tiba-tiba, gelombang aura yang terasa sangat dingin dan sangat jahat terpancar memenuhi udara!

Bulu di seluruh tubuh kucing putih itu sedikit meremang. Ia merasa seolah-olah ada sesosok monster yang memancarkan aura jahat berwarna hitam pekat tengah berdiri di belakangnya. Ia menoleh ke belakang dan mendapati Bai Xue sedang menundukkan kepalanya sedikit. Rambutnya berkibar liar, memperlihatkan sepasang pupil mata yang sepenuhnya berwarna hitam pekat, seolah-olah mampu menelan cahaya di sekitarnya.

Wajah kucing putih itu sedikit berubah. Ia tidak menyangka bahwa kehadiran makhluk ini tetap saja terpancing keluar. Jika berada dalam kondisi normal, ia tentu tidak akan merasa takut. Namun saat ini ia harus menahan gangguan niat membunuh dari Lin Chao, sehingga kekuatannya sedang terkekang. Jika ia bertarung lagi dengan gadis ini, bahkan jika ia menang secara terpaksa pun, ia diperkirakan akan menderita luka parah!

Otaknya berputar dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu kurang dari 0,01 detik keraguannya, ia langsung mengubah arah. Ia menarik diri dari tubuh Lin Chao, lalu melompat ke atas sebuah gedung tinggi dengan gerakan yang mengalir lancar, seolah-olah tujuan awalnya memang adalah tempat itu.

Memandang Lin Chao dari tempat yang tinggi, secercah niat membunuh yang tajam terpancar dari mata kucing putih itu. Ia memiliki firasat bahwa jika ia tidak membunuh manusia ini sekarang, maka saat mereka bertemu lagi di lain waktu, pria itu akan jauh lebih sulit untuk dibunuh. Terlebih lagi, orang ini kemungkinan besar akan menjadi hambatan terbesar baginya di masa depan!

Ia menggertakkan giginya perlahan. Merasakan niat membunuh yang terus-menerus mengalir masuk melalui sambungan mental tersebut, ia memutuskan untuk tidak tinggal lebih lama lagi dan segera pergi menjauh, mengandalkan jarak yang tercipta untuk memutuskan sambungan mental itu!

Ini adalah salah satu kemampuannya, di mana ia mampu memisahkan sebagian kesadarannya untuk disusupkan ke dalam otak makhluk lain guna membangun sambungan mental. Begitu sambungan ini terbentuk, kedua belah pihak tidak akan bisa memutuskannya, kecuali salah satu pihak dikuasai sepenuhnya atau jarak di antara mereka terlalu jauh.

Kemampuan ini sedikit mirip dengan teknik pengendalian mayat busuk milik Fan Xiangyu. Bedanya, ia mampu mengendalikan seluruh spesies makhluk hidup! Kendati demikian, jumlah yang bisa ia kendalikan sangatlah terbatas, dan setiap kali ia mengendalikan satu makhluk, ia harus memecah sebagian kesadarannya sendiri, yang berarti melemahkan sebagian kekuatan mentalnya.

Dalam keadaan normal, ia tidak akan sembarangan menggunakan kemampuan ini. Ia hanya akan rela menggunakannya ketika bertemu dengan makhluk hidup yang memiliki potensi luar biasa dan kekuatan yang sangat besar.

Bahkan jika Lin Chao adalah calon pengaja dunia manusia di masa depan, di matanya, pria itu tetap saja tidak layak untuk menggunakan kemampuan ini. Itulah sebabnya mengapa ia awalnya berniat menggunakan gulungan perbudakan. Namun, di luar dugaannya, manusia ini sepertinya mengenali gulungan tersebut dan menolak untuk menandatanganinya. Dalam situasi tanpa pilihan, ia terpaksa harus mengaktifkan kemampuan ini.

"Manusia sialan!" Cakar kucing putih itu menghantam udara dengan ganas. Gedung yang baru saja ia lompati seketika runtuh porak-poranda, seolah-olah dihantam oleh kekuatan tak kasat mata dari atas ke bawah hingga hancur berkeping-keping.

……

Sepeninggal kucing putih itu, Bai Xue segera kembali ke wujud aslinya. Dengan perasaan panik dan ketakutan, ia maju ke depan untuk memapah Lin Chao berdiri.

Lin Chao merasakan kelegaan di dalam otaknya. Cengkraman tangan tak kasat mata yang tadi mengunci otaknya perlahan-lahan mulai memudar. Ia tahu bahwa kucing putih itu sepertinya telah pergi untuk sementara waktu. Namun, begitu makhluk itu pulih kembali, ia pasti akan datang mengejarnya lagi, jadi ia harus segera pergi dari tempat itu secepat mungkin.

Baru saja ia membuka matanya, ia tiba-tiba merasakan gelombang kekuatan mental yang begitu masif dan bergejolak memenuhi kepalanya, membuat otaknya terasa sedikit membengkak.

"Ini adalah..." Tanpa sadar, Lin Chao menggerakkan niatnya. Seketika itu juga, ia melihat tumpukan salju di hadapannya terangkat melayang ke udara, dikendalikan oleh kekuatan tak kasat mata.

Ia tertegun.

……